Halo sobat online, saya balik lagi untuk memberikan informasi menarik dan bermanfaat lainnya nih.
Postingan kali ini saya mau berbagi cerita sedikit tentang pengalaman kerja saya selama 2 tahun di PT ASKI atau Astra Komponen Indonesia yang berada di daerah Citereup.
Sesuai judul, saya ingin cerita bagaimana dulu tahun 2013 sampai 2015 saya bekerja di sana. Suka dukanya, gajinya, lemburannya, sampai akhir cerita kontrak saya yang habis dan tidak diperpanjang.
Sini saya jelaskan dan saya beri tahu semuanya dari awal sampai akhir.
Awal Mula Seleksi yang Super Ketat
Saya masuk waktu itu tahun 2013. Seleksinya luar biasa ramai. Saya masih ingat betul.
Waktu itu yang ikut seleksi ada hampir 300 orang lebih. Bayangkan sobat. 300 orang lebih berebut kursi untuk bisa bekerja di PT ASKI. Semua datang dengan harapan yang sama. Ingin mendapatkan kerja dan mengubah nasib.
Proses seleksinya dimulai dari jam 7 pagi sobat. Saya datang subuh-subuh, masih gelap. Karena takut ketinggalan atau kehabisan nomor antrean. Dan ternyata benar. Antreannya sudah panjang dari jam 6 pagi.
Kami semua duduk di ruangan besar. Dipanggil satu per satu. Dan tes dimulai.
Tesnya macam-macam sobat. Mulai dari tes tertulis, tes logika, tes matematika dasar, sampai tes psikologi yang panjang banget. Rasanya kepala saya mau pecah karena dari jam 7 pagi sampai malam hari terus menerus dites.
Belum lagi ada tes kesehatan fisik sederhana seperti tensi, tinggi badan, berat badan, dan lain-lain.
Yang lebih melelahkan, proses seleksi ini tidak selesai dalam satu hari sobat. Setelah tes awal, kami harus menunggu pengumuman untuk lolos ke tahap berikutnya. Deg-degan banget pokoknya. Perut mulas, tangan dingin, jantung berdebar kencang. Setiap nama yang disebut, ada yang senang ada yang kecewa.
Dari hampir 300 orang yang ikut seleksi, yang hanya lolos ke seleksi interview HRD hanya 30 orang saja sobat.
Bayangkan. Hanya 30 orang dari 300 orang. Itu artinya 270 orang lainnya harus pulang dengan tangan hampa. Saya sendiri bersyukur banget termasuk salah satu dari 30 orang yang lolos ke tahap interview.
Setelah interview HRD yang tidak kalah menegangkan, selanjutnya ada tahap medical check up atau cek kesehatan di klinik Cito yang berada di daerah Jambu 2, Bogor.
Di tahap ini juga tidak kalah ketat sobat. Karena kesehatan adalah segalanya untuk bekerja di pabrik. Alhamdulillah saya lolos semua tahapan.
Lolos dan Resmi Menjadi Karyawan PT ASKI
Singkat cerita sobat, saya lolos semua seleksi.
Saya sangat bersyukur waktu itu karena tidak mudah masuk ke PT ASKI. Setelah dinyatakan lolos, saya mendapatkan 2 setel seragam kerja langsung.
Rasanya senang banget sobat. Dada rasanya sesak karena haru. Akhirnya setelah perjuangan panjang, saya resmi menjadi karyawan PT ASKI.
Saya ditempatkan di bagian PPIC painting.
Tugas saya di bagian PPIC painting adalah menyuplai berbagai part ke area painting untuk dilakukan produksi, yaitu proses pengecatan.
Saya bertugas memastikan semua part yang butuh dicat sudah tersedia, lengkap, dan siap dikirim ke area painting. Kalau ada part yang kurang, ya saya yang harus mencari dan memastikan produksi tidak berhenti.
Bisa dibayangkan sobat, tekanan kerjanya luar biasa. Karena kalau saya terlambat atau ada part yang kurang, maka proses pengecatan di painting bisa berhenti. Dan kalau produksi berhenti, kerugian perusahaan bisa besar.
Jadi saya dituntut untuk selalu cepat, teliti, dan tanggap dalam bekerja.
Atasan dan Suasana Kerja di Tahun 2013-2015
Dulu tahun itu, atasan saya adalah Pak Karsidin. Saya masih ingat betul sosoknya sobat.
Beliau adalah atasan yang tegas tapi juga baik. Saya tidak tahu sekarang siapa atasan di bagian PPIC painting. Karena sudah berganti zaman dan mungkin juga sudah banyak pergantian orang. Tapi yang jelas, saya punya kenangan tersendiri dengan Pak Karsidin.
Yang menarik sobat, dulu area painting tidak seperti sekarang. Dan area produksi body motor PI (Plastic Injection) juga tidak sebagus sekarang.
Sekarang saya dengar hampir semua sudah menggunakan robot. Canggih semua. Tapi dulu tahun 2013-2015, keadaannya sangat berbeda.
Dulu itu 90 persen masih manual sobat. Prinsipnya satu mesin satu orang. Artinya setiap mesin dioperasikan oleh satu orang secara manual. Tidak ada robot-robot canggih seperti sekarang. Semua dikerjakan dengan tenaga dan ketelitian manusia.
Jadi wajar kalau dulu karyawannya banyak banget. Karena setiap mesin membutuhkan operator.
Bayangkan sobat. Puluhan bahkan ratusan mesin berjalan bersamaan. Masing-masing dioperasikan satu orang. Suasana pabrik sangat ramai dengan suara mesin dan orang yang bolak-balik.
Tapi saya menikmatinya. Karena di situlah saya belajar arti kerja keras sebenarnya.
Enaknya Kerja di PT ASKI
Sekarang saya ceritakan sisi enaknya dulu ya sobat.
Kerja di PT ASKI itu enak banget loh. Gaji lumayan besar. Terutama untuk ukuran tahun 2013-2015.
Ditambah lagi dengan lemburan yang luar biasa yang membuat gaji kita semakin besar. Bayangkan sobat. Dulu kalau sedang produksi banyak, libur hanya 2 hari dalam sebulan. Artinya dalam 30 hari, kita hanya libur 2 hari. Sisanya? Masuk dan lembur terus.
Tapi justru itu yang membuat gaji kita besar sobat. Lemburan di PT ASKI dulu dihitung dengan baik. Tidak ada yang main-main. Setiap lembur dibayar sesuai aturan.
Jadi meskipun capek fisik, tapi saat melihat slip gaji, rasanya terbayar semua.
Selain gaji dan lemburan, di sana juga ada fasilitas susu loh sobat. 1 hari mendapatkan 1 susu. Biasanya susu kotak atau susu kemasan yang lumayan enak.
Saya biasa mengumpulkan dulu susunya sebulan sekali. Baru saya ambil semuanya. Lumayan kan sobat untuk stok minum di rumah atau untuk adik-adik saya.
Makan siang di sana juga enak-enak sobat. Gratis lagi dari perusahaan. Dapur perusahaan menyediakan makanan yang bergizi dan bersih.
Rasanya juga enak. Tidak asal masak. Porsinya juga banyak. Cukup untuk tenaga kita habis bekerja keras. Kadang kalau sedang beruntung, ada lauk tambahan atau buah-buahan.
Secara fasilitas, PT ASKI dulu sudah cukup baik menurut saya. Gaji besar. Lemburan melimpah. Mendapat susu. Makan siang gratis. Rasanya sayang kalau tidak disyukuri.
Kedisiplinan Saya Selama 2 Tahun
Saya bekerja di sana selama 2 tahun sobat. Tepatnya dari tahun 2013 sampai tahun 2015.
Yang paling saya banggakan, selama 2 tahun itu saya murni tidak ada izin sakit. Sekali lagi sobat. Saya tidak pernah izin sakit selama 2 tahun bekerja.
Bahkan kalau sakit pun, saya paksakan masuk. Saya tidak mau absen karena takut mempengaruhi penilaian karyawan. Saya tahu di pabrik, kehadiran adalah salah satu faktor penting untuk dinilai. Kalau sering izin sakit, nanti nilainya jelek dan bisa mempengaruhi nasib kontrak.
Pernah suatu ketika saya demam tinggi. Badan panas dingin. Kepala pusing. Tapi saya tetap paksakan diri untuk berangkat dan bekerja.
Saya minum obat dulu. Lalu berangkat dengan kondisi tidak enak badan. Saya ingat betul sobat. Waktu itu saya menggigil di dekat mesin karena demam. Tapi saya tidak mau pulang. Saya paksakan sampai jam pulang. Itulah komitmen saya waktu itu.
Saya mengabdi dan bekerja sungguh-sungguh selama 2 tahun. Saya tidak pernah terlambat. Tidak pernah izin. Tidak pernah minta libur di luar jadwal.
Saya berikan yang terbaik untuk perusahaan. Saya pikir dengan kerja keras dan dedikasi seperti itu, kontrak saya pasti akan diperpanjang atau bahkan saya diangkat menjadi karyawan tetap.
Kekecewaan di Akhir Kontrak
Tapi sobat, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan.
Setelah 2 tahun saya bekerja sungguh-sungguh, ternyata waktu kontrak habis dan saya pun dihabiskan begitu saja. Tanpa pertimbangan yang adil. Sungguh kecewa hati saya sobat.
Seperti biasa sobat, yang namanya anak titipan akan selalu menang dengan alasan apapun.
Saya lihat sendiri bagaimana orang-orang yang mungkin memiliki koneksi atau kenalan dari dalam. Mereka lebih mudah dipertahankan. Sementara kita yang bekerja sungguh-sungguh, justru malah ditinggalkan.
Sial memang sobat. Kita yang kerja keras. Pulang capek. Lembur terus. Sakit pun tetap masuk. Tapi malah mereka yang menjadi karyawan tetap.
Sementara saya? Kontrak habis. Angkat tangan. Pulang membawa paklaring saja. Sungguh pengalaman yang pahit.
Sampai sekarang kalau saya ingat, masih ada rasa kecewa. Bukan karena saya tidak terima. Tapi karena merasa tidak dihargai.
Tapi ya sudahlah sobat. Mungkin ini jalan yang terbaik untuk saya. Saya yakin Allah memiliki rencana yang lebih baik.
Pesan untuk yang Mau Kerja di PT ASKI
Jika sobat ada yang ingin bekerja di PT ASKI atau perusahaan besar lainnya, saran saya begini.
Kalau bukan titipan atau bukan orang dalam, wasalam saja kayaknya. Kecuali memang rezeki kalian kuat di sana. Ya berdoa saja banyak-banyak. Berusaha maksimal. Dan sisanya pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Tapi jangan berkecil hati dulu sobat. Banyak juga kok yang bisa bertahan lama tanpa titipan. Hanya saja persaingannya super ketat.
Jadi kalau memang sobat memiliki kesempatan untuk bekerja di sana, ambil saja dulu. Setidaknya mendapatkan pengalaman dan uang. Siapa tahu sobat lebih beruntung dari saya.
Yang penting sobat, jangan pernah putus asa dalam usaha apapun terutama dalam mencari rezeki dalam hidup.
Sekilas tentang PPIC Painting dan Painting yang Tersibuk
Area produksi PPIC painting dan paintingnya itu adalah yang tersibuk di antara bagian-bagian lainnya di PT ASKI.
Kenapa? Karena produksi body motor sangat banyak dan menuntut ketelitian tingkat tinggi untuk menghasilkan body motor yang dicat sempurna.
Setiap body motor yang keluar dari area painting harus mulus. Tidak ada baret. Tidak ada noda. Dan warna harus rata sempurna.
Kalau ada satu saja yang gagal, itu artinya part tersebut harus diulang dari awal. Buang-buang waktu dan biaya.
Makanya sobat, di bagian painting itu tegang terus. Semua orang bergerak cepat. Waspada. Dan teliti. Tidak ada tempat untuk bersantai-santai.
Saya sebagai PPIC yang menyuplai part juga ikut terkena tekanan. Kalau sampai part kurang atau terlambat, saya yang kena marah. Tapi saya menikmati dinamika itu sobat. Karena di situlah kita belajar bertanggung jawab.
Perkembangan Sekarang dengan Robot
Dengar-dengar sekarang painting sudah menggunakan robot semua ya sobat. Canggih banget pastinya.
Mungkin banyak pemangkasan karyawan akibat kerja robotik sekarang. Karena kalau robot sudah menggantikan peran manusia, ya otomatis perusahaan tidak membutuhkan banyak operator.
Saya sendiri belum pernah melihat langsung bagaimana keadaan PT ASKI sekarang. Tapi dari cerita-cerita yang saya dengar, perubahannya luar biasa. Semua lebih modern. Lebih cepat. Dan lebih presisi.
Tapi sayangnya, lapangan pekerjaan untuk operator manual jadi berkurang drastis.
Mungkin itu sebabnya seleksi dulu super ketat. Karena memang lowongannya terbatas. Apalagi sekarang dengan adanya robot, pasti semakin susah memasukinya.
Rangkuman Pengalaman di PT ASKI
Mulai dari seleksi yang super ketat dari 300 orang.
Lolos interview. Lolos medical check up.
Sampai akhirnya bekerja di bagian PPIC painting dengan atasan Pak Karsidin.
Gaji yang lumayan besar. Lemburan yang melimpah. Mendapat susu setiap hari. Makan siang gratis.
Saya yang tidak pernah izin sakit selama 2 tahun.
Kekecewaan ketika kontrak habis dan tidak diperpanjang. Sementara anak-anak titipan malah menjadi karyawan tetap.
Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja di tempat yang lebih baik. Saya bersyukur karena pengalaman pahit di PT ASKI dulu membuat saya lebih kuat dan lebih dewasa dalam menghadapi dunia kerja.
Intinya sobat, jangan pernah putus asa dalam usaha apapun terutama dalam mencari rezeki dalam hidup.
Kalau satu pintu tertutup, masih banyak pintu lain yang terbuka. Asalkan kita mau berusaha. Mau berdoa. Dan tidak menyerah. Pasti ada jalan keluar.
Bagi kalian yang punya pengalaman kerja serupa atau mungkin juga pernah bekerja di PT ASKI, tulis di kolom komentar ya. Saya ingin tahu pendapat dan cerita kalian.
Semoga artikel ini bermanfaat ya sobat.
Jangan lupa bertanya atau berkomentar di kolom bawah ya.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Tetap semangat buat kalian yang sedang berjuang mencari kerja atau sedang bekerja di mana pun berada.
Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.
Salam perjuangan dari saya untuk kalian semua sobat online!
Baca juga: Pengalaman Kerja di PT Yanmar Diesel Indonesia Depok