Pengalaman Kerja di PT Yanmar Diesel Indonesia Depok

Halo sobat online, saya balik lagi untuk memberikan informasi menarik dan bermanfaat lainnya nih.

Postingan kali ini saya mau lanjut cerita pengalaman kerja saya setelah sebelumnya saya cerita tentang 2 tahun di PT ASKI.

Sekarang saya mau cerita tentang pengalaman saya bekerja di PT Yanmar Diesel Indonesia yang berada di daerah Depok.

Sesuai judul, ini adalah kelanjutan perjuangan saya mencari rezeki setelah kontrak saya habis di ASKI.

Sini saya jelaskan dan saya beri tahu semuanya dari awal sampai akhir.

Awal Mula Setelah Keluar dari PT ASKI

Setelah kontrak saya habis di PT ASKI pada tahun 2015, saya tidak mau diam dan menyerah.

Saya langsung bangkit dan memutuskan untuk melamar kerja ke banyak pabrik yang berada di daerah Depok, Bogor, hingga Jakarta.

Saya ingat betul waktu itu saya menyebar lamaran melalui pos. Iya sobat, melalui pos! Karena tahun 2015 belum serba online seperti sekarang.

Saya membeli amplop. Saya membeli perangko. Lalu saya kirimkan lamaran saya satu per satu ke perusahaan-perusahaan yang saya incar.

Kurang lebih ada sekitar 15 lamaran yang saya sebarkan waktu itu.

Saya tidak tahu mana yang akan dipanggil dan mana yang tidak. Saya hanya bisa berdoa dan berharap semoga ada yang mau memanggil saya untuk tes.

Deg-degan banget sobat. Setiap hari saya lihat pos satpam rumah. Takut ketinggalan surat panggilan.

Ada Panggilan dan Akhirnya Lolos di PT Yanmar

Alhamdulillah sobat, beberapa ada panggilan tes kerja.

Dan salah satunya yang saya ikuti dan akhirnya saya lolos adalah di PT Yanmar Diesel Indonesia ini.

Kenapa saya memilih PT Yanmar? Karena lokasinya dekat dengan rumah saya juga sobat. Rezeki memang sedang baik.

Saya ingat waktu itu datang ke lokasi PT Yanmar dengan perasaan campur aduk. Ada deg-degan, ada harapan, ada juga rasa percaya diri karena saya sudah punya pengalaman 2 tahun di PT ASKI.

Saya bawa semua berkas. Saya bawa juga paklaring dari ASKI sebagai nilai tambah.

Singkat cerita sobat, proses tes di PT Yanmar tidak jauh berbeda dengan di PT ASKI. Ada tes tertulis, ada tes psikologi, ada interview, dan ada medical check up.

Tapi karena saya punya nilai tambah yaitu pengalaman kerja di ASKI dan juga paklaring yang bagus, alhamdulillah saya lancar dalam tesnya.

Akhirnya saya diterima sobat! Kontrak 1 tahun pertama.

Saya senang banget karena setelah beberapa bulan menganggur, akhirnya saya bisa bekerja lagi. Walaupun kontrak masih 1 tahun, tapi setidaknya saya punya kegiatan dan punya penghasilan lagi.

Keterima di Bagian Gudang Lagi

Saya keterima kerja di bagian gudang lagi saja sobat.

Kayaknya memang sudah takdir saya berkutat dengan gudang. Tapi ya sudah lah. Daripada menganggur, bagian gudang juga baik-baik saja. Yang penting saya bisa bekerja dan mendapatkan uang.

Bagian gudang di PT Yanmar ini menyimpan banyak part yang nantinya akan dikirim ke bagian produksi. Ada part untuk pengecatan. Ada juga part untuk perakitan mesin diesel.

Jadi gudang ini adalah jantungnya produksi sobat. Kalau gudang lambat atau salah kirim, maka semua bagian bisa kacau.

Capek dan Beratnya Kerja di Gudang Yanmar

Jujur sobat, bagian gudang di PT Yanmar ini sangat sangat capek dan berat.

Saya tidak main-main ketika mengatakan ini. Bayangkan, kita berbicara tentang mesin diesel. Mesin diesel itu ada yang kecil dan ada yang besar. Ada yang beratnya puluhan kilogram bahkan mungkin lebih.

Dan itu semua harus saya bawa manual dengan gerobak dorong.

Saya angkat satu per satu sobat. Tidak ada alat bantu canggih seperti forklift untuk semua part. Kebanyakan saya lakukan dengan tenaga sendiri.

Badan saya rasanya remuk setiap pulang kerja. Pundak terasa pegal. Punggung rasanya mau patah. Tangan lecet-lecet terkena besi. Tapi ya sudah. Ini pilihan saya. Saya jalani dengan ikhlas.

Butuh hati-hati dalam bekerja sobat. Karena jika salah, part bisa jatuh dan menimpa kaki saya sendiri. Bayangkan mesin diesel jatuh ke kaki? Ampun deh sobat, bisa remuk kaki saya.

Jadi setiap saya mengangkat part, saya selalu konsentrasi penuh. Nafas ditahan. Kaki dikokohkan. Tangan mencengkeram erat-erat. Tidak boleh ada kelengahan sedikit pun.

Tekanan dari Produksi yang Cepat

Selain berat secara fisik, tekanan dari produksi juga luar biasa sobat.

Produksi di PT Yanmar itu cepat sekali. Targetnya banyak. Waktunya mepet. Jadi saya sebagai bagian gudang harus menyuplai part dengan cepat juga. Jangan sampai linestop atau produksi berhenti karena kesalahan saya.

Linestop itu musuh terbesar kita sobat. Kalau produksi berhenti, artinya perusahaan rugi. Dan kalau perusahaan rugi karena kesalahan saya, ya saya yang kena getahnya. Bisa dimarahi, ditegur, bahkan mungkin kontrak tidak diperpanjang.

Jadi saya selalu berusaha mati-matian supaya produksi tetap berjalan terus.

Saya bolak-balik dari gudang ke lini produksi. Mendorong gerobak berisi part-part berat. Lalu kembali lagi ke gudang mengambil part berikutnya. Kaki saya rasanya mau lepas sobat. Tapi saya paksakan terus karena target tidak pernah berkurang.

Atasan yang Sangat Galak

Tapi sobat, bukan hanya fisik dan tekanan produksi saja yang berat.

Ada satu hal lagi yang membuat saya semakin tertekan. Saya punya atasan yang sangat galak sekali.

Saya tidak akan menyebutkan namanya di sini. Cukup saya katakan beliau adalah sosok yang membuat hari-hari saya di Yanmar terasa sangat panjang.

Maaf sebelumnya ya sobat, tapi saya kesal juga dengannya. Rasa sakit hati manusia terhadap sesama terkadang tidak terbendung.

Saya tahu tidak boleh membenci orang. Tapi sungguh, atasan saya itu benar-benar menguji kesabaran saya.

“Muluu harimau mu” itulah kata yang pantas untuk atasan saya itu. Kenapa saya katakan begitu? Karena dia ketika berbicara terkadang tidak memikirkan apapun dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak berpikir apakah kalimat yang dilontarkan itu menyakiti orang lain atau tidak.

Setiap hari saya dimarahi. Kadang karena kesalahan kecil yang sebenarnya bisa diomongkan dengan baik-baik. Kadang bahkan karena kesalahan yang bukan saya perbuat. Pokoknya beliau selalu mencari-cari kesalahan saya.

Saya sebagai bawahan hanya bisa diam dan menunduk. Saya tidak bisa melawan. Tidak bisa membantah. Karena posisi saya hanya kontrak. Kalau saya lawan, saya yang rugi. Jadi saya telan semua omelan dan kemarahannya meskipun hati ini rasanya perih.

Alhamdulillah Sakit Hati Bisa Saya Redam

Alhamdulillah sobat, sakit hati saya terhadap atasan saya itu bisa saya redam.

Saya berusaha sabar. Saya berusaha mengalah. Saya berusaha tidak membawa perasaan ke rumah. Saya selalu berkata pada diri sendiri, “Ini hanya pekerjaan. Ini hanya sementara. Jangan terlalu dipikirkan.”

Ada kalanya saya pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk. Ada marah, ada kecewa, ada sedih. Tapi saya selalu berusaha untuk tidak meluapkannya ke keluarga. Saya simpan sendiri. Saya refleksikan. Dan saya coba ikhlas.

Bukan saya saja yang mengeluhkan hal itu terhadap orang tersebut. Banyak juga rekan kerja saya yang merasakan hal yang sama. Kami sering mengobrol di kantin sambil mengeluh tentang atasan tersebut. Jadi setidaknya saya tidak sendirian dalam penderitaan ini.

Penentuan Kontrak 1 Tahun Menuju 2 Tahun

Waktu berjalan. Saya sudah bekerja hampir 1 tahun di PT Yanmar.

Tibalah saat penentuan kontrak 1 tahun menuju 2 tahun. Biasanya perusahaan akan mengevaluasi kinerja kita, lalu memutuskan apakah kontrak diperpanjang atau tidak.

Dan sobat, saya dinyatakan naik ke kontrak 2 tahun!

Secara administrasi dan kinerja, saya memenuhi syarat. Nilai saya bagus. Kehadiran saya baik. Target produksi saya penuhi. Semuanya terlihat baik-baik saja.

Tapi…

Keputusan Resign yang Berat

Di situlah saya benar-benar capek bekerja di sana.

Bukan karena pekerjaannya sobat. Tapi karena lingkungan dan atasan saya.

Fisik saya mungkin masih kuat. Tapi batin saya sudah jebol. Setiap pagi berangkat kerja rasanya malas setengah mati. Setiap mau masuk gerbang pabrik, dada saya rasanya sesak.

Dan akhirnya saya memutuskan untuk resign. Iya sobat. Saya mengundurkan diri.

Padahal saya naik ke kontrak 2 tahun. Artinya saya masih punya kesempatan untuk bekerja setahun lagi. Tapi saya memilih untuk pergi.

Bukan menolak rezeki sobat. Tapi batin sudah tidak tahan. Saya merasa kesehatan mental saya lebih penting daripada uang.

Saya takut jika dipaksakan terus, saya malah sakit atau depresi. Jadi saya ambil keputusan yang menurut saya paling baik untuk diri saya sendiri.

Saya memang bawahan. Tapi saya juga manusia. Saya punya perasaan. Saya punya batas kesabaran. Dan di PT Yanmar ini, batas kesabaran saya sudah mencapai titik tertinggi.

Kebohongan Kecil kepada Orang Tua

Yang menyedihkannya sobat, saya tidak mengatakan kalau saya resign kepada orang tua saya.

Saya bilang saya habis kontrak. Saya tidak jujur mengapa saya resign. Saya memilih untuk berbohong.

Kenapa saya berbohong? Karena saya tidak mau membuat orang tua saya khawatir. Saya tidak mau mereka bertanya-tanya mengapa anaknya resign padahal kontrak naik. Saya tidak mau mereka tahu kalau saya tidak betah karena atasan yang galak.

Saya hanya ingin semuanya baik-baik saja di mata mereka.

Jadi saya katakan saja, “Ma, Pa, kontrak saya habis dan tidak diperpanjang.”

Padahal kenyataannya saya sendiri yang memilih pergi. Saya bohong demi membuat semuanya tampak baik-baik saja.

Maaf ya sobat. Saya tidak bangga dengan kebohongan ini. Tapi saat itu saya merasa itu adalah keputusan terbaik.

Dan akhirnya saya hanya 1 tahun di PT Yanmar itu. Tidak sampai 2 tahun padahal kontrak sudah naik. Saya pergi dengan menyimpan cerita sendiri.

Rangkuman Pengalaman di PT Yanmar

Dimulai dari saya yang menyebar 15 lamaran melalui pos.

Dipanggil tes. Lolos. Dan akhirnya bekerja di bagian gudang.

Betapa capek dan beratnya kerja di gudang mesin diesel.

Tekanan dari produksi yang cepat.

Atasan yang super galak yang pantas saya juluki “muluu harimau mu.”

Saya naik kontrak ke 2 tahun tapi justru memilih resign karena batin sudah tidak tahan.

Kebohongan kecil kepada orang tua bahwa saya habis kontrak, padahal saya sendiri yang resign.

Sedih memang sobat. Tapi ya sudah. Itu sudah masa lalu. Yang penting sekarang saya sudah bekerja di tempat yang lebih baik dan lebih nyaman.

Pengalaman pahit di Yanmar dulu mengajarkan saya bahwa kesehatan mental itu penting.

Jangan sampai kita bertahan di tempat yang membunuh semangat kita hanya karena uang. Karena uang bisa dicari. Tapi batin yang rusak butuh waktu lama untuk sembuh.

Intinya sobat, jangan pernah takut untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk diri sendiri.

Kalau lingkungan kerja sudah tidak sehat. Kalau atasan sudah tidak manusiawi. Tidak ada salahnya mencari tempat lain.

Bukan berarti kita lemah. Tapi kita cukup pintar untuk memilih tempat yang menghargai kita sebagai manusia.

Bagi kalian yang punya pengalaman kerja serupa atau mungkin juga pernah bekerja di PT Yanmar Diesel Indonesia, tulis di kolom komentar ya.

Ada yang pernah punya atasan galak juga? Atau ada yang pernah mengambil keputusan resign padahal kontrak naik?

Semoga artikel ini bermanfaat ya sobat.

Jangan lupa bertanya atau berkomentar di kolom bawah ya.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Tetap semangat buat kalian yang sedang berjuang di tempat kerja apapun kondisinya.

Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.

Salam sabar dan ikhlas dari saya untuk kalian semua sobat online!

Baca juga: Pengalaman Kerja di PT Indokordsa Citereup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top