Pengalaman Kerja di PT Indokordsa Citereup

Halo sobat online, saya balik lagi untuk memberikan informasi menarik dan bermanfaat lainnya nih.

Postingan kali ini saya mau berbagi cerita pengalaman kerja di PT Indokordsa Citereup.

Sesuai judul, ini adalah salah satu pengalaman berharga dalam hidup saya. Karena di sinilah harapan orang tua saya kesampaian.

Sini saya jelaskan dan saya beri tahu semuanya dari awal sampai akhir.

Awal Mula Sebelum Kerja di PT Indokordsa

Sebelum saya bekerja dan melamar di PT tersebut, saya sering lewat di depan perusahaan Indokordsa.

Dulu waktu sekolah tahun 2013, saya hampir setiap hari mengantar ibu saya bekerja di PT JMtech Global. Lokasinya tidak jauh dari PT Indokordsa.

Setiap pagi saya menemani ibu saya berangkat. Setiap kali lewat di depan Indokordsa, saya selalu melihat gedungnya yang besar dan terlihat bonafit.

Suatu hari ibu saya berkata, “Nanti kalau lulus kerja di sini ya. Ini perusahaan bonafit, perusahaan besar. Semoga kamu ada rezekinya kerja di sini.”

Saya menjawab, “Iya nanti kalau sudah lulus mau coba lamar di sini. Emang bisa lulusan SMK?”

Ibu saya menjawab, “Bisa kok. Banyak lulusan SMK yang kerja di sini. Gajinya juga besar.”

Dari situ saya mulai tertarik sobat. Setiap kali lewat, saya selalu membayangkan bagaimana rasanya bisa bekerja di dalam gedung besar itu.

Doa ibu saya selalu menyertai setiap kali kita lewat di depan Indokordsa.

Proses Melamar yang Luar Biasa

Singkat cerita sobat, saya lulus sekolah.

Langsung saya coba kirim lamaran ke sana. Bukan sekali, bukan dua kali, tapi tiga kali!

Iya sobat. 3 kali saya kirim lamaran untuk memastikan lamaran saya terkirim dengan benar ke PT itu. Saya agak paranoid memang. Takut lamaran saya hilang di jalan atau tidak sampai ke tangan HRD. Jadi saya kirim bolak-balik sampai yakin.

Selang 5 bulanan sobat. 5 bulan lamanya saya menunggu.

Banyak juga lamaran lain yang saya kirim ke perusahaan lain. Tapi saya selalu berharap yang ini dulu. Karena ini dekat dengan tempat ibu saya bekerja. Dan ini sudah didoakan oleh ibu saya dari dulu.

Dan tiba-tiba ada telepon masuk.

Saya angkat. Ternyata dari PT Indokordsa! Mereka memanggil saya untuk tes kerja.

Alhamdulillah. Ini adalah momen berharga bagi saya. Rasanya dada saya berdebar-debar. Tangan saya gemetar. Tapi senang banget pokoknya.

Hari H Tes Kerja

Saya datang pagi saat itu jam setengah 6 sobat. Saya sengaja datang lebih awal biar tidak terburu-buru dan bisa mempersiapkan diri.

Ibu saya pun berangkat pagi juga karena menyesuaikan saya tes kerja. Beliau ikut senang dan ikut deg-degan.

Sampai di lokasi, ternyata saya tes dengan 11 orang laki-laki semua. Jadi total 12 orang termasuk saya.

Dari 12 orang itu, ada yang lulusan S1 satu orang. Saya sendiri lulusan SMK. Jadi sempat minder juga sobat.

Tapi saya ingat pesan ibu saya, “Bisa kok, banyak lulusan SMK yang kerja di sini.” Jadi saya tetap percaya diri.

Saya mulai tes jam 7 pagi. Isinya tes psikotes mayoritas dan menggunakan komputer pada saat itu.

Wah ini pertama kalinya saya tes menggunakan komputer sobat. Dulu di tempat lain kebanyakan masih menggunakan kertas. Jadi saya harus beradaptasi dulu dengan tampilan di layar.

Tes Logika Pipa yang Menguras Fikiran

Tes pertama adalah soal biasa, seperti soal cerita. Masih aman lah sobat.

Tes kedua… wah ini yang membuat kepala saya mumet.

Tes kedua seperti tes logika jalur-jalur pipa. Modelnya kurang lebih begini sobat. Misal ada jalur pipa ini ditutup, maka arah jalur keluar akan ke mana? Dan di situ pipa sangat banyak sekali jalurnya. Jadi seperti bermain labirin tapi dalam bentuk pipa-pipa yang saling terhubung.

Soal yang harus dikerjakan ada 100! Seratus soal dengan tingkat kesulitan yang membuat mata saya berkunang-kunang.

Saya harus fokus banget. Melihat setiap jalur. Membayangkan alirannya. Lalu menentukan ke mana arah keluarnya. Luar biasa. Cukup menguras fikiran.

Tapi saya kerjakan sebisanya sobat. Saya tidak mau menyerah di tengah jalan. Soal demi soal saya coba pecahkan. Meskipun beberapa membuat saya berpikir keras. Pokoknya saya berikan yang terbaik.

Panggilan Interview dan Medikal

Singkat cerita sobat, tes selesai.

Saya pulang dengan perasaan campur aduk. Ada rasa lega karena sudah selesai. Ada rasa khawatir karena takut tidak lolos. Tapi saya pasrahkan semua kepada Allah.

Satu minggu kemudian, saya ditelepon kembali! Kali ini untuk interview.

Alhamdulillah, saya lolos ke tahap berikutnya.

Saat interview, saya hanya ditanya data diri, pengalaman kerja, dan keahlian. Karena saya sudah punya pengalaman kerja di PT ASKI sebelumnya, saya jelaskan dengan percaya diri.

Saya ceritakan tentang pekerjaan saya di bagian PPIC painting. Tentang disiplin saya selama 2 tahun. Tentang keinginan saya untuk terus belajar.

Alhamdulillah sobat, setelah 1 minggu lagi saya ditelepon kembali untuk tes medikal check up.

Saya datang ke klinik. Cek kesehatan lengkap. Tensi, darah, urine, semua diperiksa.

Dan ternyata… saya lulus 100 persen!

Alhamdulillah banget sobat. Harapan orang tua saya kesampaian.

Saya benar-benar bersyukur waktu itu. Rasanya air mata hampir menetes. Karena doa ibu saya yang dulu diucapkan setiap kali lewat di depan Indokordsa akhirnya terkabul.

Proses Produksi di PT Indokordsa

PT Indokordsa adalah perusahaan yang memproduksi benang ban nilon. Seperti benang gujir yang biasa orang bilang.

Benangnya kuat sekali loh sobat. Dipakai untuk ban kendaraan yang membutuhkan ketahanan ekstra.

Di sana saya bekerja di bagian produksi dengan alat otomatis.

Tugas saya dan rekan saya adalah memastikan pada saat mesin anyaman berjalan, gulungan benang tidak ada yang kosong.

Proses yang Memerlukan Ketelitian

Dalam 1 mesin produksi untuk membuat 1 gulungan kain nilon dalam skala besar, diperlukan ratusan gulungan kecil benang yang dipasang di setiap rak-rak benangnya.

Ratusan! Bayangkan sobat. Kita harus memeriksa satu per satu apakah semua gulungan kecil itu masih ada benangnya atau sudah habis.

Proses memerlukan waktu 4 sampai 6 jam untuk menyelesaikan 1 gulungan besar.

Jadi dalam satu shift, kita bisa menyelesaikan 1 sampai 2 gulungan besar. Tergantung kecepatan dan kelancaran mesin.

Tidak Capek Tapi Butuh Ketelitian

Kerjanya tidak capek-capek banget kok sobat.

Bedanya dengan waktu saya di PT Yanmar yang mengangkat-angkat mesin diesel berat. Di Indokordsa ini lebih santai secara fisik.

Tapi yang dibutuhkan adalah ketelitian dan kehati-hatian.

Kenapa? Karena kalau 1 gulungan saja terlewat dari ratusan gulungan benang, maka mesin akan berhenti dan memperlambat proses produksi. Namanya linestop. Musuh kita semua.

Jadi saya harus benar-benar teliti memeriksa setiap gulungan benang sebelum mesin berjalan.

Saya jalan bolak-balik di antara rak-rak benang. Mata saya scan kiri kanan. Pastikan semuanya terisi penuh. Kalau ada yang kosong, saya segera ganti dengan gulungan benang baru.

Kalau saya lengah satu detik, bisa berabe akibatnya.

Bahaya yang Mengintai

Tapi sobat, bukan hanya masalah ketelitian.

Ada bahaya lain yang mengintai. Tangan dan rambut kita jangan sampai tergulung oleh gulungan besarnya.

Aduh, kalau sampai tergulung, bisa-bisa rambut kita rontok semua tertarik. Lebih parah lagi, tangan bisa hancur tergilas gulungan besar tersebut.

Saya pernah mendengar cerita dari senior saya sobat. Ada yang rambutnya hampir terseret ke mesin karena lupa mengikat rambut. Untung masih sempat ditarik oleh temannya.

Sejak saat itu, saya selalu mengikat rambut rapi. Memakai penutup rambut. Dan selalu waspada saat di dekat mesin.

Tangan juga harus dijaga. Jangan sampai terlalu dekat dengan bagian mesin yang berputar. Satu detik saja lengah, bisa berakibat fatal.

Jadi meskipun kerjanya tidak capek secara fisik, tapi secara mental kita harus selalu fokus dan waspada.

Jam Kerja

Untuk jam kerja di PT Indokordsa adalah 9 jam sobat.

Sistemnya 4 jam pertama kerja, lalu istirahat, lalu lanjut 4 jam kedua. Jadi total 8 jam kerja efektif plus 1 jam istirahat.

Cukup panjang memang. Tapi karena kerjanya tidak terlalu berat secara fisik, saya masih kuat kok.

Waktu istirahat biasanya saya pakai untuk makan bekal dari rumah atau kadang membeli di kantin perusahaan. Saya juga sering mengobrol dengan rekan kerja sambil melepas penat sejenak.

Rangkuman Pengalaman di PT Indokordsa

Dimulai dari sering lewat di depan perusahaan waktu mengantar ibu saya kerja.

Didoakan oleh ibu saya.

Sampai saya berhasil melamar 3 kali dan akhirnya dipanggil tes.

Proses tes yang cukup menguras fikiran dengan soal logika pipa 100 butir.

Sampai akhirnya saya lulus 100 persen.

Produksi benang ban nilon yang kuat.

Tugas saya menjaga ratusan gulungan benang agar tidak kosong.

Proses yang memakan waktu 4-6 jam per gulungan besar.

Bahaya yang mengintai jika rambut atau tangan tergulung mesin.

Bekerja di PT Indokordsa ini adalah salah satu pencapaian saya karena ini adalah doa ibu saya yang sudah lama dipanjatkan.

Setiap kali lewat di depan perusahaan itu dulu, ibu saya selalu berkata, “Nanti kalau lulus kerja di sini ya.”

Alhamdulillah, doa ibu saya terjawab.

Bagi kalian yang punya pengalaman kerja serupa atau mungkin juga pernah bekerja di PT Indokordsa Citereup, tulis di kolom komentar ya.

Atau kalau kalian punya cerita tentang doa orang tua yang terkabul, bagikan juga di sini.

Semoga artikel ini bermanfaat ya sobat.

Jangan lupa bertanya atau berkomentar di kolom bawah ya.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Tetap semangat buat kalian yang sedang berjuang mencari kerja atau sedang bekerja di mana pun berada.

Jangan pernah lupakan doa orang tua. Karena doa mereka adalah kunci kesuksesan kita.

Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.

Salam sukses dan sehat selalu dari saya untuk kalian semua sobat online!

Baca juga: Pengalaman Kerja di PT Nutrifood Ciawi Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top