Suka Duka Beli Rumah di Cluster Baiturrahman Cikaret – Dari Janji Manis hingga Sertifikat Turun

cluster baiturahmah cikaret cibinong

Halo sobat online, balik lagi nih. Kali ini saya mau cerita pengalaman pribadi soal suka duka beli rumah di Cluster Baiturrahman Cikaret.

Cerita ini panjang dan penuh emosi. Ada senang, ada kecewa, ada sabar, sampai akhirnya lega.

Yuk langsung saja.

Awal Mula Saya Mencari Rumah

Dulu saya sedang mencari rumah di kawasan Cilodong dan sekitarnya. Kemudian, pas lagi scroll Facebook, saya nemu iklan. Ada cluster murah di daerah Cikaret.

Wah, kebetulan banget sobat. Lokasinya masih dekat sama Cilodong. Selain itu, akses ke kota, stasiun, dan terminal juga dekat.

Di sisi lain, jalan masuknya bisa dilewati mobil dan harganya murah.

Akhirnya, gas lah. Saya ajak istri saya buat survey.

Proses Memilih dan Membeli Rumah

Rencana saya waktu itu mau beli rumah secara cash.

Setelah pilih-pilih desain dan harga, saya putuskan ambil rumah dengan ukuran tanah 49 meter dan bangunan 36 meter persegi.

Menurut saya, ukuran ini termasuk besar dibanding blok lain di cluster yang sama. Soalnya, yang lebih murah lainnya ukuran bangunannya lebih kecil. Bahkan ada harga di bawah 150 juta.

Sementara itu, saya beli di harga promo 220 juta.

Alhamdulillah, lumayan lah bisa punya rumah harga segitu.

Singkat cerita, saya beli rumahnya di salah satu blok tersebut. Dan alhamdulillah, pembayaran cash bertahap lancar sampai saya lunas total.

Janji Manis di Awal yang Tidak Sesuai

Oiya, perjanjian di awal itu begini sobat. Kalau rumah sudah lunas, sertifikat dan berkas lainnya akan langsung diterima.

Namun kenyataannya, tidak seperti itu.

Janji manis di awal yang katanya rumah beli lunas dan langsung terima sertifikat atas nama sendiri ternyata berlangsung alot.

Sampai hari H saya lunas, sertifikat diulur-ulur. Bahkan sampai batas waktu yang tidak jelas. Banyak alasan klasik yang mereka berikan.

3 Tahun Menunggu dengan Sabar

Selama itu, saya sabar menunggu janji-janji mereka.

Tapi, janji demi janji yang ke sekian bulan dan ke sekian tahun tidak pernah terealisasi.

Banyak sekali janji klasik yang dilontarkan pihak marketing.

Singkat cerita, saya sudah menempati rumah selama lebih dari 3 tahun. Akan tetapi, surat sertifikat masih belum saya terima.

Wah, ini sih bisa masuk unsur penipuan kalau saya lalai dan janji tidak kunjung ditepati.

Saya Mulai Bertindak Tegas

Karena merasa ditipu dengan janji awal mereka, di sinilah saya mulai keras.

Saya memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Tujuannya satu: menagih hak-hak saya yang belum diberikan selama 3 tahun ini.

Namun nahas, saya kehilangan kontak dengan pihak marketing. Seolah-olah mereka lari dari tanggung jawab.

Tapi saya tidak menyerah. Saya meyakinkan lagi untuk lanjut proses hukum.

Kabar Baik Setelah Beberapa Minggu

Setelah beberapa minggu berjuang, alhamdulillah ada kabar baik.

Pihak marketing akhirnya muncul dan berjanji akan melunasi semua janji-janji mereka. Termasuk proses balik nama sertifikat dan pemberian berkas dimulai.

Singkat cerita, setelah lebih dari 4 bulan proses berjalan, akhirnya sertifikat selesai dan terbit atas nama saya.

Rasa Syukur di Akhir Cerita

Saya berterima kasih kepada marketing, developer, dan pihak terkait.

Mereka sudah membantu dan menyelesaikan hak saya dengan baik dan amanah. Meskipun harus dengan cara keras saat menagih hak saya.

Alhamdulillah, tanah dan bangunan di sini tidak ada masalah. Semua berjalan dengan baik sampai sekarang.

Pesan dari Pengalaman Saya

Jadi, buat kalian yang mau beli rumah, sebaiknya perhatikan betul janji-janji developer.

Jangan hanya percaya kata manis di awal. Usahakan semua perjanjian ditulis hitam di atas putih.

Kalau sudah merasa ada kejanggalan, jangan ragu untuk bertindak tegas. Karena hak kita sebagai pembeli harus dilindungi.

Nah, itu dia suka duka beli rumah di Cluster Baiturrahman Cikaret.

Dari awal cari rumah di Facebook, nemu iklan, survey, beli cash bertahap, sampai lunas. Kemudian 3 tahun lebih menunggu sertifikat yang tidak kunjung turun. Lalu saya ambil langkah hukum. Dan akhirnya sertifikat jadi atas nama saya.

Semoga cerita saya ini bermanfaat buat kalian yang sedang atau mau beli rumah.

Kalau ada yang punya pengalaman serupa, silakan tulis di kolom komentar ya sobat.

Terima kasih sudah membaca. Sehat selalu, dan sampai jumpa di cerita saya berikutnya.

Baca juga: Ciri Karet Stabil Mobil Rusak dan Biayanya dari Pengalaman Vios Gen 1

One thought on “Suka Duka Beli Rumah di Cluster Baiturrahman Cikaret – Dari Janji Manis hingga Sertifikat Turun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top